Ketahui Berikut Terapi Pengobatan Gagal Ginjal

loading...
Ilustrasi. Ketahui Berikut Terapi Pengobatan Gagal Ginjal. (Sehatq)

Artonang.com > Ginjal adalah organ ekskresi dalam vertebrata yang berbentuk mirip kacang. Dalam manusia dewasa, ukuran ginjal sekitar 11 sentimeter panjangnya. Ginjal menerima darah dari sepasang arteri renalis, dan darah keluar lewat vena renalis. Setiap ginjal berhubungan dengan ureter, tabung yang membawa urin keluar ke kandung kemih.

Sebagai bagian dari sistem urin, ginjal berfungsi menyaring kotoran (terutama urea) dari darah dan membuangnya bersama dengan air dalam bentuk urin. Cabang dari kedokteran yang mempelajari ginjal dan penyakitnya disebut nefrologi.

Penyakit ginjal adalah gangguan yang terjadi pada organ ginjal, yaitu dua buah organ berbentuk seperti kacang merah yang berada di kedua sisi tubuh bagian punggung bawah, tepatnya di bawah tulang rusuk.

Gangguan pada ginjal akan memengaruhi kinerja tubuh dalam mencuci darah, yaitu menyaring limbah tubuh dan cairan berlebih yang akan menjadi urine. Secara lebih spesifik, ginjal memiliki beberapa fungsi penting, antara lain:
  1. Menyaring limbah tubuh (termasuk zat kimia, obat-obatan, dan makanan) dalam darah.
  2. Menjaga keseimbangan kadar garam, mineral, cairan, dan asam darah dalam tubuh.
  3. Menghasilkan eritropoetin, yaitu hormon yang berfungsi dalam pembentukan sel darah merah.
  4. Menghasilkan renin, yaitu enzim yang membantu mengatur tekanan darah.
  5. Menghasilkan senyawa aktif dari vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang.

Gagal ginjal merupakan kondisi saat ginjal tak lagi berfungsi. Gagal ginjal tak dapat disembuhkan, tapi fungsi ginjal bisa diatasi dengan sejumlah terapi pengobatan.

Data global menunjukkan, 13 persen orang di dunia menderita penyakit ginjal kronik stadium 3. Di Indonesia, berdasarkan Riskesdas 2018, prevalensi penyakit ginjal kronik mencapai 3,8 persen. Data IRR menunjukkan, 499 orang per 1 juta penduduk mengalami gagal ginjal.

Penyakit ginjal kronik adalah kerusakan atau penurunan fungsi ginjal yang progresif dan berlangsung lebih dari tiga bulan. Penyakit ini tak bisa disembuhkan.

Namun, kondisi ginjal bisa dipertahankan dan penurunan fungsi bisa diperlambat dengan cara mengontrol gula darah,mengontrol tekanan darah, dan mengatur pola makan. Penggunaan obat-obatan juga bisa dilakukan untuk menghambat penurunan fungsi ginjal.

PGK terdiri dari lima stadium sesuai dengan kerusakan ginjal. Jika memasuki stadium 5 maka kerusakan ginjal sudah dikategorikan sebagai gagal ginjal. Terapi yang dilakukan adalah terapi yang dapat menggantikan fungsi ginjal.

Dokter konsultan ginjal dan hipertensi Aida Lydia menjelaskan, terdapat tiga terapi pengobatan yang dapat dilakukan untuk orang dengan gagal ginjal. Melansir dari CNN, berikut tiga terapi pengobatan gagal ginjal.

1. Hemodialisis

Hemodialisis merupakan proses pembersihan darah dari zat yang tidak diperlukan tubuh melalui proses penyaringan di luar tubuh.

"Pasien datang ke fasilitas kesehatan seminggu dua hingga tiga kali," kata Aida dalam konferensi pers Hari Ginjal Sedunia di Jakarta. Hari Ginjal Sedunia diperingati setiap Kamis minggu kedua bulan Maret.

Terapi ini dilakukan dengan bantuan mesin di rumah sakit. Mesin akan menyaring darah dan membuang zat beracun, lalu memasukkan kembali darah ke dalam tubuh.

Data menunjukkan 98 persen pasien gagal ginjal di Indonesia menggunakan terapi hemodialisis.

2. Peritoneal Dialysis

Continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD) merupakan dialisis atau penyaringan darah yang dilakukan lewat perut. Terapi ini dapat dilakukan sendiri oleh pasien di rumah 2-4 kali sehari

"Terapi ini menggunakan semacam cairan yang membuat membran perut akan bekerja menyaring darah," kata Aida.

Selaput dalam rongga perut atau peritoneum yang memiliki permukaan luas dan banyak jaringan pembuluh darah akan menjadi filter alami untuk membuang zat sisa.

3. Transplantasi ginjal

Transplantasi ginjal merupakan proses bedah dengan mengganti organ ginjal yang mengalami kerusakan dengan organ ginjal dari donor. Proses ini memerlukan pemeriksaan kecocokan ginjal pendonor dengan tubuh penerima donor.

Umumnya, transplantasi ginjal akan membuat fungsi ginjal pada orang gagal ginjal akan kembali normal dapat menjalankan aktivitas normal.

Aida menjelaskan tiga terapi ini merupakan terapi terintegrasi yang dapat dilakukan bergantian dan juga disesuaikan dengan kondisi pasien. Dokter akan menentukan terapi yang tepat sesuai dengan kondisi pasien.

(CNN/ptj/asr)

Share:  

No comments:

Post a Comment